si Robot yang Tersesat
Kau menggertakkan gigi, matamu terlihat cukup fokus, ingin rasanya kusentil keningmu itu, seharusnya kau juga bisa seserius itu saat belajar. Aku berjalan limbung ke kiri, buntu, ah sepertinya ini jalan yang salah. Aku mencoba tetap seimbang dan mulai bergerak ke kanan, mendadak kau menyentuhku, pun berhenti, astaga hampir saja aku terjatuh. Lantas, aku melangkah sedikit ke arah kiri, berhenti lagi. Cukup lama aku berhenti, kemudian aku menuruni tangga. Aku melihat sebuah lubang di antara tembok batu menyerupai sebuah pintu. Ragu, tak ayal kulewati saja pintu itu dengan sedikit terburu-buru. Tidak. Sepertinya ini salah. Aku menahan langkah, namun terlambat, langkah yang kuambil barusan terlalu cepat. Prediksiku terjadi, aku jatuh ke dalam air. Sudah berakhir. Tidak, bukan salahku, aku tidak melihatnya, aku kan hanya mengikuti petunjuk darimu saja, kenapa wajahmu berubah kesal begitu? Aku sendiri tak punya pilihan selain menjadi basah. Detik berlalu, aku menunggu...